FF NO MORE DREAM PART. 3
~At Halte Bus~
Jimin duduk menunggu bus yang akan ia tumpangi. Dia terlihat gelisah
karena bus yang ia tunggu belum juga tiba. Sesekali ia melihat jam tangan yang
melingkar ditangan kirinya dengan cemas.
‘’aigoo.. lama
sekali.. mereka pasti sudah menunggu..’’ gerutunya.
Saat menunggu, akhirnya bus pun tiba dan berhenti dihalte tersebut.
Dengan cepat Jimin langsung masuk kedalam dengan menerobos beberapa orang yang
baru keluar.
Jimin mencari kursi kosong didalam bus tersebut. Setelah mencoba
mencari, akhirnya ia menemukan kursi kosong. Namun disebelah kursi itu ada
seorang yeoja yang tertidur. Mau tidak mau, ia pun duduk disamping yeoja itu.
Bus pun berjalan meninggalkan halte bus tadi. Jimin terdiam dan
berharap cepat sampai ketujuannya. Dengan sabar ia menunggu. Merasa jenuh, ia
sesekali melihat yeoja yang tertidur disampingnya itu. Didalam hatinya ia ingin
sekali melihat wajah yeoja itu. Namun sayang, rambut sebahu yeoja itu cukup
mampu menutupi beberapa sebagian wajahnya. Dengan ragu-ragu, Jimin memberanikan
diri untuk mengalihkan rambut yeoja itu. Dan saat yang sama pula yeoja itu
berbalik posisi dan melanjutkan tidurnya dibahu Jimin. Jimin terkejut dan
melihat wajah yeoja itu dan ternyata Lee Dongyoo.
‘’heoh??
Ternyata dia?? Dari mana malam-malam seperti ini??’’ Jimin bergumam.
Sedangkan Dongyoo masih tertidur pulas. Merasa tidak tega, Jimin
menemani Dongyoo didalam bus itu sampai Dongyoo terbangun.
~Keesokan
Harinya~
Jungkook duduk dibangkunya sambil melakukan hobinya yaitu
menggambar. Disaat yang sama pula seorang yeoja melewati kelas Jungkook. Yeoja
itu adalah Hakyo. Tanpa sengaja Jungkook menoleh kearah luar jendela dan
melihat Hakyo yang berjalan, dengan cepat ia keluar kelas untuk menemui Hakyo.
Namun Hakyo telah menjauh.
‘’huufftt’’
Jungkook menghembuskan nafas sambil mengembungkan pipinya.
>>>
Hakyo berjalan dilorong itu melewati beberapa murid yang sedang
bersantai didepan kelas. Salah satu murid-murid itu ada 2 namja sedang bercengkrama
dan melhat Hakyo. 2 namja itu adalah Namjoon dan Suga. Namjoon menyenggol bahu
Suga dan berbisik saat melihat Hakyo.
‘’kau tahu siapa
nama yeoja itu??’’ Tanya Namjoon sambil menatap Hakyo.
‘’mwo?? Nugu??’’
Suga menoleh kearah yang dimaksud Namjoon.
‘’itu..’’
Namjoon.
‘’mollayo.. aku
belum begitu mengenal murid-murid disini.’’ Suga menggeleng dengan ekpresi
heran.
~At Class Room~
Jein, Yeon Young, Eunhwa dan Dongyoo bercanda didalam kelas
membicarakan hal yang menurut mereka menarik. Hingga akhirnya Hakyo tiba
diantara mereka.
‘’annyeong…’’
sapa Hakyo ramah dan meletakan ranselnya.
‘’annyeong…’’
sapa keempat temannya.
‘’apa yang
kalian bicarakan huh??’’ Tanya Hakyo tersenyum.
‘’hahaha :D
seperti biasa’’ Yeon Young tersenyum.
‘’jinja?? Boleh
aku ikut??’’ Hakyo tersenyum.
‘’tentulah.. masa
tidak boleh.. dasar kau ini’’ Dongyoo menupuk pundak Hakyo.
Akhirnya mereka melanjutkan pembicaraan mereka dengan canda tawa
yang menghiasi kebersamaan mereka.
~Di Ruang
Kosong~
Istirahat tiba, seperti biasa Namjoon dan kawan-kawan sudah berada
diruang kosong ini untuk bersantai. Namun ada yang tidak hadir diantara mereka
, didalam ruangan itu hanya ada Suga, Namjoon, Jimin dan Jungkook.
‘’kau kemana
tadi malam huh??’’ Tanya Suga to the poin kepada Jimin.
‘’mianhae..
aku…..’’’ Jimin tidak melanjutkannya.
‘’waeyo??’’
Namjoon penasaran.
‘’tadi malam..
aku ketiduran Hyung’’ Jimin sedikit menutupi.
‘’jinjayo?? Apa
terjadi sesuatu??’’ Tanya Suga kembali.
‘’ne.. tidak ada
hyung.. aku ketiduran tadi malam’’ Jimin.
‘’ceritalah..
siapa tahu, kami bisa membantumu..’’Jungkook memegang pundak Jimin.
‘’jeongmal..gwachanna..
tadi malam aku hanya tidak enak badan
dan aku tertidur’’ Jimin berusaha menutupi.
‘’araseo..’’
Namjoon menepuk pundak Jimin.
~Dilain tempat~
Jein dan Yeon Young sedang duduk dibangku taman belakang sekolah
menikmati udara segar. Mereka terlihat serius menatap sebuah layar laptop 14
inci didepan mereka berdua. Mereka sedang menonton sebuah film bergenre horror
thriller dilaptop milik Jein.
‘’aigoo… ige
mwoya?? Aaaaa… ihhh…’’ gumam Jein dengan ekpresi ngeri.
Film itu semakin
menegangkan dan membuat Jein terkejut.
‘’aaaa…??’’
teriaknya yang membuat Yeon Young disebelahnya hanya menggelengkan kepalanya.
‘’jangan
berteriak.. biasa saja’’ Yeon Young dengan tampang kesal.
‘’aa.. mianhae’’
Jein melanjutkan acara menontonnya.
Yeon Young yang merasa bosan, akhirnya ia berhenti menonton film itu
dan lebih memilih mendengarkan lagu diponselnya dengan sebuah headset terhias
ditelinganya.
Ditempat yang sama pula, Jin dan Taehyung juga berada ditaman itu.
Mereka menikmati udara segar sambil menyantap makanan ringan yang mereka beli.
‘’hyung.. apa
disekolah ini ada yeoja yang misterius??’’ Tanya Taehyung tiba-tiba yang membuatnya terkejut.
‘’mwo?? Memang
kenapa??’’ Tanya balik Jin.
‘’aigoo.. aku
Tanya djawab dulu hyung..’’ protes Taehyung.
‘’iya.. memang
kenapa??’’ jelas Jin.
‘’aahh.. ani..
kemarin aku bertemu dengan seorang yeoja disekolah ini. Dia berbeda dengan
yeoja-yeoja lain. Dia lebih diam dan sangat tertutup. Dan aku belum melihat ia
tersenyum dan berbicara 10 kata saja’’ Taehyung bercerita.
‘’lalu??’’ Jin.
‘’aku ingin
mengetahui yeoja itu’’ Taehyung sambil melipat kedua tangannya didada.
‘’baguslah.. ‘’
Jin tersenyum dan memakan beberapa snack ditangannya.
Sedangkan Taehyung masih dalam posisi yang sama. Sambil menatap
kepenjuru taman. Dan…….. JENG.. JENG…
‘’DAM!! Itu
yeoja yang aku maksud hyung’’ Taehyung menunjuk kearah 2 yeoja yaitu Jein dan
Yeon Young.
Jin langsung
menoleh kearah yang Taehyung tunjuk dan sontak juga membuatnya terkejut.
‘’yaa.. itu yeoja
yang kumaksud’’ Taehyung.
‘’yang menonton
film itu??’’ Tanya Jin tidak percaya.
‘’aahh.. aniya..
tapi yang mendengarkan lagu itu disebelah yang menonton film’’ Taehyung
membenarkan.
‘’aaa.. yang
itu’’ lega Jin.
‘’ne.. apa kau
mengenalinya??’’ Tanya Taehyung heran.
‘’ani.. aku
hanya tahu yang menonton film itu’’ Jin melihat Jein dari kejauhan.
‘’ooo…
jeongmal?? Siapa namanya??’’ Taehyung tidak percaya.
‘’dia Lee Jein
dari anak kelas 12b’’ Jin memberitahu.
‘’aaa.. jinja??
Bearti yeoja itu temannya?? Dia anak 12b rupanya’’ Taehyung.
‘’mungkin saja’’
singkat Jin.
Jin dan Taehyung kembali keposisi semula dan menyantap makanan dan
minuman ringan mereka sambil sesekali melihat kearah Jein dan Yeon Young.
>>>
Tak terasa, jam pulang pun tiba. Para murid bersiap-siap untuk
pulang kerumah mereka masing-masing. Begitu pula dengan 5 yeoja ini.
‘’eyy, kajja
kerumahku. Kebetulan hari ini eommaku masak banyak, terus tadi pagi dia telah
berpesan untuk mengajak kalian’’ Dongyoo disela aktivitasnya menyusun
buku-buku.
‘’ada acara
apa??’’ Tanya Yeon Young.
‘’tidak ada
acara apa-apa, hanya sekedar kerumah saja’’ Dongyoo tersenyum.
‘’tapi… aku
tidak bisa’’ Eunhwa akhirnya angkt bicara.
‘’aaa?? Ayolah…
aku mohon pada kalian’’ pinta Dongyoo dengan mengeluarkan puppy eyesnya.
‘’aaa.. aku bisa
saja’’ bangga Jein.
‘’oke… bagaimana
dengan mu Yeon Young-sshi??’’ Dongyoo berharap.
‘’aku bisa saja.
Kebetulan aku tidak ada kerjaan dirumah.’’ Yeon Young tersenyum.
‘’yey!!
Hakyo??’’ Dongyoo menoleh Hakyo.
‘’bisa’’ Hakyo
tertawa.
‘’yey!! Kajja..’’
ajak Dongyoo.
‘’aku tidak bisa..
mianhae Dongyoo-ah.. aku harus membantu Eommaku’’Eunhwa terlihat sedih.
‘’aaa..
gwachanna.. lain kali kan bisa’’ tenang Hakyo.
‘’hmm ne…’’
Eunhwa.
Akhirnya Dongyoo, Jein, Yeon Young dan Hakyo pun pulang bersama. Mereka
menuju rumah Dongyoo.
~Di Lain Tempat~
Seorang namja berjalan dikota Seoul. Dia baru saja berbelanja
membeli pakaian. Dia sengaja tidak mengajak temannya yang lain. Kerena ia takut
jika teman-temannya pasti akan minta untuk dibelikan juga. Namja itu Hoseok.
Ditengah perjalanan pulang, tiba-tiba cuaca menjadi mendung dan
hujan pun mulai membasahi kota Seoul siang ini. Dengan cepat Hoseok mencari
tempat untuk berteduh. Tempat yang ia tuju adalah Halte bus terdekat. Ia
mengeringkan pakaiannya dan mengecek belanjaannya.
‘’aaaaaahhh..
pakaianku.. hoohh.. bisa basah semua ini’’ Hoseok melihat pakaiannya.
‘’aahh.. untung
saja tidak terlalu basah.’’ Hoseok bergumam.
Saat ia sibuk mengurus pakaian baru yang ia beli, tiba-tiba sebuah
tangan terjulur didepannya dengan
memegang sebuah sapu tangan berwarna biru langit. Sontak Hoseok terkejut dan
melihat siapa pemilik tangan itu.
‘’neo??’’ Hoseok
terkejut.
‘’pakailah..
siapa tahu berguna untuk mengeringkan baju barumu itu’’
Dengan
ragu-ragu, Hoseok menerima sapu tangan itu dan menatap sang pemiliknya.
‘’go… gomawo’’
Hoseok tersenyum kecil.
Orang itu hanya tersenyum dan kembali menatap hujan yang membasahi
aspal dan jalanan kota Seoul. Yeoja itu adalah Lee Eunhwa.
Waktu semakin sore. Namun hujan juga tidak kunjung reda. Orang-orang
yang berada dihalte bus itu masih setia menunggu hujan reda. Namun ada juga
yang sebagian dengan berani menerjang hujan. Begitu pula dengan Hoseok dan
Eunhwa, mereka masih setia menunggu hujan kembali reda dan menampakan sinar
matahari. Mereka terdiam satu sama lain. Hingga akhrinya Hoseok memulai
pembicaraan.
‘’hmm.. Jung
Hoseok imnida’’ Hoseok memperkenalkan dirinya.
‘’mwo?? Lee
Eunhwa imnida’’ Eunhwa balik memperkenalkan dirinya.
‘’apa kamu
bersekolah yang sama dengnku??’’ Tanya Hoseok melihat Seragam sekolah yang
Eunhwa pakai.
‘’ne..’’ Singkat
Eunhwa.
‘’tapi, aku
belum pernah melihatmu??’’ Hoseok.
‘’jinja??’’
Eunhwa tertawa.
‘’eoh?? Ne’’
Hoseok.
‘’aku dikelas
12b..aku jarang keluar kelas. Kecuali aku ingin keluar kelas’’ Eunhwa
menjelaskan.
‘’aa… begitu..
aku dikelas 12a’’ Hoseok tersenyum manis.
‘’jinja??’’
Eunhwa membalas senyuman Hoseok.
‘’hmm.. maaf
atas kelakuanku waktu disupermarket kemarin.
‘’yang kapan??
Apa kita pernah bertemu sebelumnya??’’ Eunhwa merasa heran.
‘’mwo?? Apa kau
lupa??’’ Hoseok terkejut.
‘’hehehe :D
iya’’ Eunhwa tertawa.
‘’aigo.. ya
sudah.. lebih baik dilupakan saja’’ Hoseok mencoba mengalihkan pembicaran.
Mereka berbicara dengan tawa menghiasi mereka. Mereka terlihat
sangat dekat. Entah mengapa, Eunhwa merasa nyaman saat bersama Hoseok.
~Malam Hari~
seperti biasa. Namjoon dan
kawan-kawan berkumpul disekolahan mereka untuk melakukan aktivitas mereka.
Malam ini mereka melakukan hobi mereka dengan sukses. Jimin akhirnya tidak
terlambat lagi, justru ia datang lebih awal dibandingkan dengan temannya yang
lain.
Keadaan sekolah sudah berantakan. Namjoon dan kawan-kawan sangat
puas dengan yang mereka lakukan. Tetapi biarpun mereka merusak sekolah mereka
dengn berbagai macam alat mulai dari cat semprot, kapur, melempar meja kursi,
menghambur-hambur buku dan lain sebagainya. Saat pagi tiba sekolah menjadi rapi
seperti semula. Biarpun bekas semprotan cat yang tidak bisa hilang. Tetapi
sekolah menjadi rapi kembali. Para guru yang melihat keadaan sekolah mereka
yang seperti itu, mencoba untuk mencari tahu dibalik ini semua.
~At Jein Home~
Malam ini Jein merasa tidak bisa tidur. Berapa kali ia mencoba
menutup matanya. Namun kembali terbuka lebar.
‘’aa… ya Tuhan
apa yang terjadi pada diriku??’’ Jein merasa putus asa.
Ia mencoba
kembali menutup matanya.
1 detik
2 detik
3 detik
5 detik
6 detik
Dan 10 detik.
‘’aaaaa….. aku
tidak bisa tidur’’ Jein putus asa.
Merasa menyerah dengan dirinya, Jein memutuskan untuk keluar
kamarnya dan menuju blakon apartemennya. Menikmati udara dingin yang berhembus.
Bertemankan selimut tebal yang ia bawa dari kamarnya tadi. Ia menatap langit
malam Seoul. Tiba-tiba ia teringat saat ia kesekolahnya saat malam beberapa
waktu lalu.
‘’aku rasa ada
sesuatu yang menganjal disekolah. Tetapi apa??’’ gumamnya.
‘’coret-coretan
diloker, perpustakaan yang berantakan, meja dan buku tidak beraturan?? Apa ada seseorang
pada malam itu?? Apa penjaga sekolah yang membersihkan?? Tetapi jika itu
penjaga, kenapa ia membiarkan buku dan meja2 itu??’’ berapa puluh pertanyaan keluar
dari bibir Jein.
Tiba-tiba Jein beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar
memakai jaket, kupluk, syal dan ia keluar dari apartemennya. Ia menuju
kesekolahannya. Menjawab beberapa petanyaan dihatinya.
~At School~
Jein telah sampai disekolah ia memasuki gerbang sekolahnya dengan
sangat hati-hati. Setelah sampai didepan pintu sekolah, ia merasa bingung
karena pintu itu tidak tertutup namun tebuka sangat lebar.
‘’terbuka??’’
gumamnya.
Jein memberanikan diri untuk masuk dan melihat sudut ruangan dan lorong
sekolah. Ia terkejut saat melihat keadaan sekolahnya itu memang berantakan.
Jauh berbeda dengan keadaan saat pagi ia sekolah. Ia melanjutkan langkah
kakinya melewati beberapa lorong dan anak tangga. Ia menuju lantai atas dan ia
terkejut melihat 7 orang namja sedang tertawa dan bercanda bersama disebuah
ruangan. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan agar suara tidak keluar dari
mulutnya.
‘’apa mereka
yang melakukan semua ini??’’ Tanya Jein dalam hati.
Ia melihat satu persatu namja-namja yang ada didalam ruangan itu,
dan ia sangat terkejut bahwa salah satu namja didalam ruangan adalah Jin.
Seorang namja ramah dan baik yang selalu menemaninya diperpustakaan dan belajar
bersama.
‘’dia?? Dia??
Dia??’’ Jein bingung sambil mentap Jin dari balik jendela.
Tidak sengaja pula, Jin menoleh kearah jendela dan ia sangat
terkejut. Sontak Jein yang melihat Jin yang tiba-tiba melihatnya langsung
berlari meninggalkan ruangan itu dan keluar sekolah.
Jin tiba-tiba menuju jendela dan melihat kearah luar melihat Jein
yang berlari. Suga yang melihat Jin yang terlihat bingung langsung
menghampirinya.
‘’waeyo?? Ada
apa??’’ Tanya Suga.
‘’aahh.. aniya..
aku hanya teringat sesuatu’’ Jin menutupi perhatian temannya dari luar.
‘’jinjayo?? Tapi
kamu terlihat panik.’’ Tanya Suga heran.
‘’aahh.. aniya..
gwachannayo..’’ Jin merangkul Suga dan kembali ketempat semula dan bergabung
bersama yang lain.
~Keesokan
Harinya~
Hakyo berlari
menuju gerbang sekolah yang hampir tertutup.
‘’aa.. ajhussi..
chakkaman’’ teriak Hakyo semakin mempercepat langkahnya.
Gerbang pun tertutup. Hakyo terhenti saat gerbang itu tertutup dan
memulai merayu satpam sekolahnya.
‘’ajhussi.. aku
mohon biarkan aku masuk. Aku belum terlambat. Hanya kau yang langsung menutupnya
saat aku belum sampai.. padahal aku telah berlari sangat cepat’’ Hakyo merayu
ajhussi.
‘’maaf.. kamu
sudah terlambat’’ singkat satpam.
‘’yaa.. ajhussi
aku mohon’’ Hakyo memasang puppy eyes yang ia pelajari dari Dongyoo.
‘’ajhussi.. saya
juga terlambat.. biarkan kami masuk dan kami rela untuk mendapat hukuman’’
Tib-tiba namja
datang dengan tiba-tiba. Ia adalah Jungkook.
‘’mwo?? Apa kau
gila??’’ kaget Hakyo.
‘’kami mohon
ajhussi’’ Jungkook membungkukkan badannya.
‘’baiklah.. akan
kubawa kalian keguru kalian’’ satpam menyetujui dan membawa Hakyo dan Jungkook
kedalam ruang guru.
>>>
Hakyo dan Jungkook mendapat hukuman membersihkan kelas dan
lain-lain. Sepertinya halnya saat ini, mereka membuang sampah. Jungkook sudah
terlebih dahulu sedangkan Hakyo, ia kesusahan mengangkat 1 karung sampah yang
menumpuk.
‘’dasar yeoja
lemah’’ cibir Jungkook.
‘’mwo?? Apa kamu
bilang??’’ Hakyo memasang wajah kesal.
Mereka melanjutkan tugas mereka membersihkan beberapa penghapus
papan yang sangat kotor.
PAK!! PAK!!
PAK!!
Debu-debu keluar
dari beberapa penghapus yang Hakyo dan Jungkook bersihkan.
‘’hey!! Bisa
hati-hati tidak??’’ teriak Hakyo disamping Jungkook.
‘’mwo??’’
Jungkook berpura-pura tidak tahu.
‘’lihat
debu-debu itu mengganggu pernafasanku.’’ Omel Hakyo.
Bukannya menghentikannya, justru Jungkook semakin memperkuat memukul
penghapus-penghapus didepan Hakyo.
‘’yak!! Namja
pabo!!’’ teriak Hakyo sambil membalas perlakuan Jungkook.
Akhirnya hukuman yang meraka jalani pun selesai. Debu-debu bekas
kotoran penghapus tadi mengotori seragam mereka berdua. Mereka berjalan bersama
menuju ruang kelas mereka. Saat diperjalanan, mereka bertemu dengan Eunhwa dan
Yeon Young yang berniat untuk ketoilet.
‘’Hakyo??’’ Yeon
Young terkejut.
‘’aahh.. Yeon
Young-sshi, Eunhwa??’’ Hakyo terkejut.
‘’kamu
terlambat??’’ Tanya Eunhwa.
‘’ne,, aku
terlambat dan aku mendapat hukuman’’ Hakyo lesu.
Jungkook merasa
jadi pengganggu diantara mereka, memutuskan untuk pergi terlebih dahulu.
‘’hmm.. kalau
begitu, aku pergi duluan kekelas.’’ Jungkook melihat Hakyo.
‘’aahh.. ne ne’’
Hakyo.
‘’annyeong’’
sapa Jungkook menatap Eunhwa dan Yeon Young dan pergi.
‘’nugu??’’ Tanya
Eunhwa.
‘’dia juga
terlambat. Kami mendapat hukuman yang sama’’ jelas Hakyo.
‘’oo..
begitu..’’ Eunhwa.
‘’ne.. ahh,,
kalian mau kemana??’’ Tanya Hakyo.
‘’ketoilet.. aku
sudah tidak tahan’’ Yeon Young memegang perutnya.
‘’mwo??’’
‘’kalau begitu
kami pergi dulu.’’ Yeon Young meninggalkan Hakyo dan Eunhwa menyusulnya
dibelakang.
Hakyo hanya menatap heran kepada kedua temannya itu. Ia melangkahkan
kakinya menuju kelas dan beristirahat setelah menjalani hukuman tadi.
~At Class~
Dikelas 12a pelajaran sedang berlangsung. Namjoon mendapat tugas
untuk mengerjakan beberapa soal matematika dipapan tulis. Ia mengerjakan begitu
mudah dan hasil-hasilnya sangat memuaskan. Namjoon mengerjakan dengan sempurna.
‘’bagus.. hasil
jawabannya benar semua Namjoon-ah. Kamu mendapat nilai paling tinggi’’ kata Cho
songsaenim kagum.
‘’gamsahamnida
songsaenim’’ Namjoon menundukan tubuhnya.
Tiba-tiba
Jungkook datang dan member salam kepada Cho Songsaenim.
‘’annyeonghasaeyo.
Mianhae songsaenim saya terlambat dan saya mendapat hukuman’’ Jungkook
berbungkuk.
Cho songsaenim
menatap Jungkook lekat memperhatikan anak didiknya itu. Sampai akhirnya ia
angkat bicara.
‘’apa yang kamu
lakukan sehingga seragammu menjadi kotor seperti itu??’’ Tanya Cho songsaenim.
‘’mianhae.. saya
mendapat hukuman membersihkan toilet, membuang sampah dan membersihkan beberapa
penghapus sampai akhirnya seragam sayan menjadi kotor.’’ Jungkook menjelaskan.
‘’aaa.. begitu..
baiklah.. kali ini kamu saya maafkan. Masuklah dan duduk dibangkumu’’ Cho
songsaenim mempersilahkan.
Murid 12a melanjutkan pelajaran mereka sampai selesai dan mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan
oleh Cho songsaenim.
To Be Continued






0 komentar:
Posting Komentar