RSS

FF No More Dream (part 1)


No More Dream PART 1
Anyeonghaseo yeorobun, naneun Wulan imnida a.k.a Lee Dongyoo, this is my first FF of BTS, ideas ogriginally from my little brain, so Happy Reading ^^

Cast       :
-          All member bts
-          All member k land
-          And other
Author  : lee dongyoo
Genre   : romance friendship

Krek!!
Suara pintu terbuka menggema disebuah gedung sekolah menampilkan sesosok namja yang baru sampai.  Namja itu bernama Min Yoongi atau lebih dikenal dengan Suga. Ia sengaja kesekolah itu karena ada janji bersama teman-temannya. Padahal jam sudah menujukan 00:00 waktu setempat. Ia mengeluarkan ponsel dari saku celana hitam yang ia kenakan, mengotak atik ponsel itu dan mengirim sebuah pesan. Tak lama pesan itu terkirim, beberapa namja datang menemuinya. Mereka adalah Namjoon, Jimin, Jin, Hoseok, Jungkok dan Taehyung.
Mereka telah terbiasa berkumpul disekolah pada tengah malam. Karena mereka memiliki hobi atau kebiasan yang sama. Begitu pula dengan malam ini, mereka berencana untuk berlatih, belajar bersama dan membuat kerusakan pada sekolah mereka.
‘’aarrgggghhhh…!! Rumus apaan ini?? Membuatku pusing’’ gerutu Taehyung sambil mengacak rambutnya.
‘’aku menyerah’’ Jimin menutup buku dan melemparnya kelantai.
‘’aku bingung, kenapa ada sekolah didunia ini??’’ Hoseok sambil menerawang.
‘’yak!! Hyung.. aku lihat punyamu saja ya’’ Taehyung duduk disamping Namjoon.
‘’yaaa… jangan sembarangan memberi jawaban kepada orang lain. Biar dia berusaha sendiri’’ Suga yang melihat Taehyung yang meminta jawaban kepada Namjoon merebut buku milik Namjoon.
‘’yaaa… hyung.. kau tega padaku’’ rengek Taehyung.
‘’apa gunanya kau sekolah jika begini saja kau tidak bisa huh??’’ kata Suga mengingatkan.
‘’aaahhh!! Sudahlah.. dari pada pusing mengerjakan tugas yang tidak bisa melahirkan seperti ini, lebih baik kita bermain??’’ Jungkook angkat bicara karena ia juga tidak bisa mengerjakan tugasnya.
‘’bermain??’’ jawab temannya bersama-sama.
Jungkook tidak menjawab justru tersenyum puas.
‘’aaa… aku mengerti.. cha..’’ Jimin mengeluarkan sebuah cat semprot dari ranselnya.
Taehyung, Hoseok, Jin, Suga dan Namjoon berhenti dari aktifitasnya dan tertawa puas menatap Jungkook dan Jimin yang tersenyum. Tanpa basa-basi, Jimin langsung menyemprot dinding disampingnya dengan cat tersebut. Akhirnya mereka bertujuh itu tidak melanjutkan acara belajar bersama, justru bermain-main mencoret-coret dinding sekolah dengan tulisan yang tidak karuan. Setelah puas mencoret-coret dinding, mereka berpisah untuk membuat kerusakan lainnya.
~Class Room~
Namjoon, Suga, dan Hoseok menuju ruang kelas, mereka berencana merusak kelas itu dengan sesuka hati mereka.
‘’let’s Do it!!’’ Suga memulai dengan melempar bangku kesembarang arah.
Begitu pula dengan Namjoon yang ikut melempar bangku-bangku tersebut. Sedangkan Hoseok mencoret-coret papan tulis dengan kapur yang berada diatas meja guru.
Beberapa menit berlalu, mereka bertiga berhenti dari kegiatan mereka dan saling menatap.
‘’hahaha :D aku ingin melihat ekpresi mereka saat masuk kelas ini besok’’ Hoseok tertawa puas.
‘’nado.. aku juga begitu’’ Namjoon.
‘’kajja.. kita keronde berikut’’ ajak Suga sambil merankul kedua temannya.
~Lapangan Basket~
Jimin dan Jungkook menuju lapangan Basket. Mereka mencoret-coret lapangan itu dengan sisa cat tadi. Senyum terlukis lebar dibibir Jimin dan Jungkook.
‘’aaahh.. ini habis’’ Jimin mengocok cat itu dan membuangnya begitu saja.
Jungkook meninggalkan Jimin. Dia menuju gudang yang berada tidak jauh dari lapangan tersebut. Jimin yang melihat Jungkook akhirnya mengikuti dari belakang.
‘’mau bermain basket??’’ Jungkook membawa 1 keranjang bola  sambil tersenyum.
‘’siapa takut..’’ Jimin tersenyum dan mengambil beberapa bola dari keranjang tersebut.
Jimin dan Jungkook melempar bola-bola itu kearah ring dan asik bermain bersama dengan beberapa bola yang berserakan dimana-mana.
~Perpustakaan~
Jin dan Taehyung  membuka beberapa buku yang berada didalam perpustakaan sekolah, bukannya membaca atau memahami isi buku-buku tersebut, justru mereka melempar dan membuang buku-buku itu dengan sesuka hati mereka.
‘’bagaimana jika buku-buku ini kita bakar hyung??’’ Taehyung sambil membuka buka matematika.
‘’ahaha :D kau ingin mati hah??’’ Jin tertawa.
‘’bukan begitu, soalnya aku sangat membenci buku ini’’ Taehyung menunjuk isi buku itu kepada Jin.
Jin menoleh dan tertawa melihat isi buku berisi rumus matematika yang mematikan.
‘’lebih baik kau makan saja buku itu.. hahaha :D pasti dengan cepat rumus-rumus itu dapat kau cerna’’ ejek Jin.
‘’aahh. Dari pada aku memakan buku ini, lebih baik aku memakan Ice Cream 1 kotak’’ remeh Taehyung.
***
^Disisi lain^
Seorang yeoja berjalan dikoridor sekolah. Ia merasakan hal yang aneh disekolah tersebut. Yeoja itu kemari bukan untuk bertemu dengan ketujuh namja tadi. Tetapi ingin mengambil Ransel miliknya yang tertinggal.
‘’aigooo… neomu paboya!! Bisa saja meninggalkan ransel disaat seperti ini.. bagaimana jika ransel ku tidak ketemu? Uang kas dan berbagainya ada disana.’’ Gerutu Yeoja itu.
Yeoja itu adalah Lee Jein. Dia menuju perpustakaan. Karena dia yakin bahwa dia meninggalkan ranselnya di perpustakaan. Karena tempat terakhirnya yang dia tuju saat jam sekolah tadi pagi adalah perpustakaan.
‘’eoh?? Pintunya terbuka?? Apa ada orang disini??’’ Jein bertanya-tanya dalam hati.
Dia memberanikan diri untuk masuk. Dengan berlahan dia memasuki perpustakaan tersebut. Dia terkejut saat melihat buku-buku berserekan dilantai.
‘’kenapa buku ini?? Apa ada orang didalam perpustakaan ini?? Jam berapa ini?? Kenapa masih ada haksek?? Terus, kenapa dengan buku-buku ini??’’ beribu pertanyaan keluar dari bibir Jein dengan nada suara yang lumayan keras yang membuat Jin mendengarnya dengan jelas.
Jin yang mendengarnya pun dengan cepat menghentikan aktivitasnya dan menahan Taehyung.
‘’kau mendengar suara??’’ tanya Jin.
‘’suara?? Suara apa??’’ Taehyung.
‘’uussstt!!’’ Jin menyuruh Taehyung untuk tidak begitu keras berbicara.
Jin yang merasa ada seseorang didalam perpustakaan, dengan cepat dia menarik tangan Taehyung dan bersembunyi dibalik lemari.
‘’aaa.. rupanya disini.. untung saja’’ Jein mengambil ranselnya yang berada diatas meja baca.
‘’aaa… ini begitu berantakan.. ihh.. apa haksek-haksek yang membaca disini tidak menyusun kembali buku-buku ini??’’ Jein melihat buku-buku itu.
‘’lebih baik aku tata saja’’ Jein merapikan buku kembali ketempat semula.
Sedangkan Jin dan Taehyung yang mengintip Jein dari balik lemari hanya terdiam.
Setelah beberapa menit. Perpustakaan itu kembali rapi seperti semula. Buku dan beberapa bangku dan meja telah berada ditempat semula.
‘’naaahh.. begini kan lebih baik’’ Jein bangga.
Dia melihat jam yang diponselnya dan ia terkejut saat melihat jam sudah menunjukan jam 3 dini hari.
‘’mwo?? Jam 3?? Lebih baik aku pulang.. ‘’ Jein meraih ranselnya dan bergegas keluar sambil berlari.
Saat yang sama pula Jin dan Taehyung kembali mengintip Jein yang sudah berada diluar perpustakaan dari balik jendela.
‘’hyung.. siapa Yeoja itu??’’ tanya Taehyung.
‘’molla.. untuk apa dia kemari malam-malam seperti ini??’’ gumam Jin yang masih menatap kearah luar.
‘’aish… jadi percuma kita membuang buku-buku ini. Lihat ini telah rapi seperti semula. Ini Gara-gara yeoja itu’’ Taehyung merasa tidak terima.
‘’sudahlah..biarkan saja.. lebih baik kita kembali menemui yang lain’’ Jin berjalan meninggalkan Taehyung.
Taehyung mengikuti Jin dibelakang dengan wajah kesal. Sedangkan Jin masih memikirkan Yeoja tadi. Dia menebak bahwa yeoja itu adalah teman sekolahnya juga. Tetapi Jin belum pernah melihatnya dan malam ini lah Jin baru melihat Yeoja itu. Dibenaknya tersimpan tanda tanya “siapa dia??’’
~Disisi lain~
Namjoon, Suga, Hoseok, Jimin, dan Jungkook sudah berada ditempat asal bertemu. Mereka berbicara sambil diselingi canda tawa mereka. Mereka saling bercerita apa yang baru saja mereka lakukan terhadap sekolah mereka ini.
‘’hahahahah :D aku sangat suka dengan hobi kita yang satu ini’’ Hoseok tertawa.
‘’ye… aku juga suka melihat ekpresi mereka saat melihat sekolahnya berantakan seperti ini’’ Jimin pun ikut berbicara.
‘’aku paling suka melempar bangku-bangku itu’’ Namjoon dengan ekpresi lucu yang dia tunjukan.
‘’hahahahahahaha’’ Suga dan Jungkook hanya tertawa bahagia.
Disaat mereka berbicara dan tertawa bersama-sama, tiba-tiba Jin dan Taehyung datang menemui mereka.
‘’annyeong…..’’ sapa Taehyung langsung duduk disamping Jungkook dengan wajah datar.
‘’wae wajah kau seperti itu??’’ tanya Hoseok yang langsung  merespon keadaan wajah Taehyung yang kusut.
‘’jangan bilang kau sakit.’’ Tebak Namjoon.
‘’misi gagal’’ jawab Taehyung singkat.
‘’apa maksudmu gagal??’’ tanya Jimin.
‘’jangan-jangan…. Kau dan Jin hyung tidak melakukannya??’’ tebak Hoseok dengan wajah aneh.
‘’panjang ceritanya’’ Taehyung menatap teman-temannya.
‘’mwo?? Jin-ah, apa yang terjadi??’’ tanya Suga menatap Jin.
‘’gwenchanna… kami melakukannya kok.’’ Jawab Jin.
‘’ne… kami melakukannya. Tetapi, tadi ada seorang yeoja kemari dan membersihkan perpustakaan yang kami hancurkan.’’ Jelas Taehyung
‘’Mwo?? Yeoja??’’ Namjoon terkejut.
~Keesokan Harinya~
Seorang Yeoja dengan rambut pendek dan dikuncir satu berjalan melewati lorong sekolah yang sepi. Dengan santainya yeoja itu masuk kekelasnya yang masih sepi dan meletakkan tasnya diatas meja dan dia duduk dibangkunya. Nama yeoja itu adalah Jung Yeon Young, dan lebih akrab dipanggil Yeon Young. Dia selalu datang lebih awal kesekolah dibanding temannya yang lain.
Yeon Young menghela nafas panjang, dia melihat keseluruh ruangannya dengan tatapan kosong. Merasa bosan dengan dirinya sendiri, akhirnya ia tertidur.
Tak beberapa lama, seorang yeoja baru saja memasuki kelas dan menghampiri Yeon Young yang tertidur. Yeoja yang baru datang itu langsung menyeloteh tidak jelas yang membuat Yeon Young terbangun. Yeoja itu adalah Lee Eunhwa atau Eunhwa. Yeoja hiperaktif yang membuat teman-temannya menjadi jengkel dengan ulah yang ia lakukan.
‘’aigoh!! Apa-apaan dia itu? Pagi-pagi sudah membuat orang kesal.’’ Celoteh Eunhwa.
‘’liat saja, aku akan membalasnya nanti.’’ Lanjutnya.
‘’aaa.. chingu-ya.. Yeon Young-ah!!’’ panggil Eunhwa kepada Yeon Yeoung.
Yeon Young yang dipanggll bukannya menoleh, justru melanjutkan tidurnya.
‘’yak!! Yeon Young-ah!!’’ panggil Eunhwa kembali. ‘’isshh!!’’ dan akhirnya Eunhwa mengalah dan duduk dibangkunya dengan wajah ditekuk.
Beberapa menit berlalu, para siswa pun semakin berdatangan dan memasuki kelas mereka masing-masing. Begitu pula dengan Lee Hakyo yang baru saja datang dan menghampiri kedua temannya yang sudah datang terlebih dahulu.
‘’annyeong!!’’ sapa Hakyo ramah.
Kedua temannya yaitu Eunhwa dan Yeon Young tidak menjawabnya, justru mereka asik dengan aktivitas mereka masing-masing.
‘’hmm… nado annyeong…’’ kesal Hakyo sambil meletakkan tasnya dibangkunya.
‘’Dongyoo & Jein belum datang??’’ tanya Hakyo sambil melihat isi kelas.
‘’belum’’ jawab singkat Eunhwa.
‘’jinja?? Hmm.. kenapa wajahmu huh??’’ tanya Hakyo sambil melihat wajah Eunhwa yang kusut.
‘’hmm ani…’’ singkat Eunhwa.
‘’apa Yeon Young sakit??’’ Hakyo melihat Yeon Young yang tertidur.
‘’ani.. bukannya dia memang seperti itu??’’ jawab Eunhwa apa adanya.
~Disisi Lain~
Seorang Yeoja baru saja memasuki gerbang dengan berlari. Ia takut kalau dia terlambat. Bisa-bisa dia disuruh pulang oleh satpam sekolah seperti hari-hari yang lalu. Yeoja itu bernama Lee Dongyoo teman satu kelas Hakyo, Eunhwa dan Yeon Young.
‘’aaaa.. untung saja tidak terlambat.’’ Lega Dongyoo.
Dia berjalan melewati lorong-lorong sekolah yang sudah hampir penuh dengan siswa-siswa yang ada. Tiba-tiba ia merasa tidak nyaman diperutnya.
‘’aaa…aaaa… perutku.. aigoh!! Kebiasaan..’’ rintih Dongyoo memegang perutnya yang tiba-tiba sakit.
‘’aaa.. hal ini yang aku benci.. kenapa disaat seperti ini’’ kesalnya sambil berlari menuju toilet sekolah.
~Ditempat Lain~
2 orang yeoja baru saja keluar dari perpustakaan. Mereka adalah Jein yang bersama Sooyoo teman satu komplek rumahnya.
‘’Jein-ah, aku perhatikan sejak tadi, sepertinya kau murung, apa kau tidak enak badan??’’ tanya Sooyoo yang sadar akan wajah Jein yang terlihat murung.
‘’aaa.. ani.. aku hanya memikirkan sesuatu’’ jawab singkat Jein.
‘’jinja?? Apa yang kau pikirkan??’’ tanya Sooyoo.
‘’bukan apa-apa. Sudahlah.. kajja kita masuk kekelas’’ elak Jein.
Jein dan Sooyoo pun berjalan menuju kelas mereka sambil berbincang-bincang. Saat mereka asik berbincang-bincang. Tiba-tiba saja 2 orang namja menambrak mereka dengan tidak sengaja.
BRAK!!
Buku yang dibawa Jein seketika jatuh berserekan. Dengan cepat Jein menoleh kearah kedua namja yang menabraknya dengan wajah kesal.
‘’gwachanna Jein-ah??’’ tanya Sooyoo mencoba menolong Jein.
Jein tidak menjawab Sooyoo, justru Ia menatap orang yang menabraknya tadi.
‘’aaa.. mianhae.. kami tidak sengaja’’ kata salah satu namja yang menabrak Jein.
‘’ini bukumu.. kamu tidak apa-apa kan??’’ tanya namja satunya.
Jein merebut buku yang ditangan namja tadi dengan tatapan kesal dan pergi meninggalkan mereka yang diikuti Sooyoo dibelakang.
‘’kenapa dengan yeoja itu??’’ kata salah satu namja tadi.
‘’molla.. kajja..’’ ajak Namja yang satunya.
Kedua namja itu adalah Jin dan Suga.
~At Class Room~
Jein dan Sooyoo sudah sampai dikelas dengan segera meraka duduk dibangku mereka masing-masing. Jein satu bangku bersama Yeon Young, sedangkan Sooyoo satu bangku bersama Hakyo dan sisanya Eunhwa yang satu bangku bersama Dongyoo. Namun sampai saat ini Dongyoo belum juga muncul dihadapan teman sebangkunya itu.
‘’waeyo??’’ tanya Hakyo kepada Sooyoo saat melihat wajah sahabatnya Jein.
‘’seperti biasa’’ jawab singkat Sooyoo.
‘’aaa,, begitu’’ Hakyo mengerti.
‘’ada apa denganmu??’’ tanya Yeon Young tiba-tiba.
‘’aahh.. pagi-pagi sudah mengalami hal yang menyebalkan’’ keluh Jein dengan menyimpan buku yang dia pinjam diperpustakaan tadi.
‘’apa ada orang aneh lagi??’’ tanya Yeon Young.
‘’entah lah’’
‘’kemana lagi anak satu itu? Hobi sekali tidak masuk sekolah’’ gerutu Eunhwa yang melihat bangku disebelahnya kosong.
Tak lama kemudian… guru masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran dikelas mereka. Namun Dongyoo belum juga datang.
‘’selamat pagi’’ sapa guru itu.
‘’pagi’’ jawab murid dikelas serempak.
‘’kita mulai pelajaran hari ini. Siapkan buku pelajaran kalian’’ jelas guru itu.
‘’baik’’
~Di Toilet~
‘’aaahhh… leganya..’’ gumam Dongyoo yang baru saja keluar dari toilet.
‘’eoh? jam berapa ini?? Omo!! Aku bisa terlambat masuk kelas’’ Dongyoo melihat jam tangannya dan segera berlari menuju kelas.
Namun, saat ia berlari tiba-tiba……….
BRUK!!!
‘’aaaa…… aw!!’’
Dongyoo terpeleset dan terjatuh dengan posisi terduduk.
‘’aaaa… appayo!!’’ rintih Dongyoo sambil memegang pinggang dan bokongnya.
‘’eoh?? Gwachannayo??’’ tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya.
‘’appo…’’ rintih Dongyoo dan mencoba berdiri.
Dengan cepat orang tadi membantu Dongyoo berdiri dengan perlahan.
‘’gwachanna?? Mianhae.. aku belum sempat menyiram lantainya.’’ Kata orang itu.
Orang itu adalah Jimin. Ia kena hukuman membersihkan toilet karena ia terlambat.
‘’gwachannayo.. ‘’ gumam Dongyoo mencoba melangkahkan kakinya pergi.
‘’bisa ku bantu’’ Jimin memapah Dongyoo.
‘’tidak. Gwachanna.. aku bisa sendiri’’  kata Dongyoo memegang pinggangnya.
‘’jinjayo?? Mianhae.. gara-gara aku kau jadi seperti ini. Aku terkena hukaman karna aku terlambat hehehe’’ Jimin sedikit tersenyum.
‘’aaa.. untung saja aku tidak terlambat’’ gumam Dongyoo.
‘’hmm?? Mwo?/’’ tanya Jimin.
‘’aahh.. aniya.. bukan apa-apa.. aku pergi duluan.’’ Dongyoo berjalan perlahan meninggalkan Jimin.
>>> 
Dongyoo berjalan dengan perlahan menuju kelasnya yang lumayan jauh dari toilet tadi. Dengan menahan sakit ia pun sampai didepan kelas. Didalam hatinya ia berharap ‘semoga belum ada guru yang masuk’.
‘’annyeonghaseyo’’ sapa Dongyoo.
Teman-teman Dongyoo yang ada dikelas pun langsung menoleh keara Dongyoo begitu pula dengan guru yang mengajar dikelasnya.
‘’dari mana kamu??’’ tanya Guru tiba-tiba yang membuat Dongyoo terkejut.
‘’ma…..aaff bu.. saya baru saja dari toilet karena saya sudah tidak tahan. Tapi, saat saya kembali kekelas, saya malah terjatuh dan sekarang pinggang saya sedikit sakit.’’ Jelas Dongyoo sambil meringis.
‘’benar begitu??’’ guru memastikan.
‘’benar bu.. saya tidak bohong’’ Dongyoo meyakinkan.
‘’baiklah… cepat masuk dan duduk’’ guru menyuruhnya masuk.
‘’terima kasih  bu’’
Dongyoo pun duduk dibangku sebelah Eunhwa dengan memegangi pinggangnya yang sakit.
‘’dari mana kau??’’ tanya Eunhwa.
‘’aku dari toilet’’ jawab Dongyoo.
‘’kenapa lama sekali??’’
‘’kamu seperti tidak tahu aku Eunhwa-ya..’’
‘’terus kau jatuh begitu??’’ tanya Eunhwa lagi.
‘’ini ni buktinya.. pinggangku sakit tau..’’ keluh Dongyoo.
‘’lanjutkan tugas kalian dan kumpulkan secepatnya’’ tiba-tba guru angkat bicara.
‘’baik’’ jawab serempak murid.
Murid-murid melanjutkan tugas mereka dengan tenang begitu pula dengan Jein, Yeonyoung, Dongyoo, Hakyo, dan Eunhwa.
DENG….. DENG…. DENG…
Tak terasa jam pelajaran pun selesai dan para murid mengumpulkan tugas mereka masing-masing dan melanjutkan aktifitas mereka. Ada yang kekantin, perpustakaan, club yang mereka ikuti dan lain-lain. Begitu pula dengan kelima yeoja tadi.
~Diruangan tak terpakai sekolah~
Lain halnya seperti anak murid lain, ketujuh namja ini memilih untuk beristirahat disebuah ruang kelas yang kosong untuk bersantai. Mereka sangat suka berada diruangan itu kerena yang berada dilantai paling atas sekolah dan angin-angin dengan mudahnya masuk kedalam ruangan itu.
‘’aku bingung, kenapa ruangan ini dikosongkan? Padahal ruangan ini sangat nyaman’’ gumam Namjoon sambil menatap kearah luar jendela.
‘’molla.. tanyakan saja pada kepala sekolah kita hyung’’ jawab Jungkook santai.
‘’ada yang mau kue??’’ tawar Jin tiba-tiba dari arah pintu sambil beberapa bungkus roti.
Dengan cepat Jimin langsung menghampirinya dengan wajah kelaparan.
‘’bagi-bagi bersama yang lain’’ Jin mengingatkan Jimin.
‘’ara… ara’’ Jimin mengerti.
Mereka menghabiskan waktu mereka diruangan ini untuk bersantai, berbincang-bincang, belajar dan latihan bersama. Entah apa yang membuat mereka betah diruangan yang tak terpakai ini.


To be continue.. ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Casinos Near Fort Worth, TX - Mapyro
Find Casinos Near 수원 출장마사지 Fort Worth, TX 성남 출장샵 near Fort Worth, 천안 출장마사지 see location, reviews and photos. 상주 출장마사지 Lucky Nugget Casino, Hotel and Skypod; 경상남도 출장샵 Fort Worth Sunoco Casino; Treasure Island Casino

Posting Komentar